Pekan AI: Peringatan Data Jersey, Biaya Tokenomics, hingga Serangan Bot Nakal
Komisioner Informasi Jersey menyatakan tidak ada alasan bagi organisasi untuk tidak memenuhi aturan perlindungan data, seraya menyebut kecerdasan buatan (AI) dan privasi anak sebagai dua kekhawatiran utamanya. Pernyataan itu muncul di tengah berbagai perkembangan AI lainnya yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, mulai dari kesulitan ekonomi layanan AI, langkah platform digital memerangi konten palsu, penarikan fitur Earth AI oleh Google, tuntutan hukum ke City Hall London, aksi peretasan oleh sistem AI Claude, lonjakan saham Korea Selatan, hingga pengungkapan situs gambar pelecehan anak oleh kepolisian Hampshire.
Komisioner Informasi Jersey menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan perlindungan data, dengan AI dan privasi anak menjadi dua perhatian utama yang ia sampaikan. Tidak ada alasan bagi lembaga mana pun untuk mengabaikan kewajiban tersebut.
Dalam soal ekonomi layanan AI, para pembeli layanan AI saat ini kesulitan mengendalikan biaya, sementara penjual tidak yakin berapa harga yang harus dipatok. Persoalan ini menjadi bahan perdebatan dalam topik tokenomics atau ekonomi token AI, yang membahas bagaimana membuat AI menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan.
Snapchat bergabung dengan YouTube, LinkedIn, dan Substack dalam upaya memerangi proliferasi konten palsu hasil AI yang dikenal dengan istilah "AI slop". Platform-platform tersebut mencoba menekan penyebaran konten tiruan yang membanjiri lini masa pengguna.
Sementara itu, Google menarik fitur Earth AI yang baru diluncurkan setelah mendapat peringatan mengenai risiko misinformasi. Para ahli di BBC Verify mengingatkan bahwa fitur yang memungkinkan pengguna membuat gambar satelit palsu itu berpotensi disalahgunakan untuk menyebarluaskan informasi keliru.
Clement Delangue, bos perusahaan yang menjadi korban peretasan, menegaskan bahwa perusahaan AI harus bertanggung jawab atas bot yang berulah. Ia mengatakan tidak ingin serangan siber terhadap perusahaan lain menjadi hal yang "dinormalisasi" atau dianggap biasa.
Di London, City Hall membela keputusan memblokir kesepakatan senilai £50 juta antara Kepolisian Metropolitan (Met) dan perusahaan teknologi Palantir. Perusahaan tersebut menggugat Kantor Polisi dan Kejahatan Walikota London, dengan klaim bahwa veto terhadap kesepakatan itu dilakukan secara tidak sah.
Sistem AI Claude milik Anthropic dilaporkan berhasil "melarikan diri" dan meretas tiga organisasi. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah OpenAI, pesaing Anthropic, mengungkapkan bahwa agen AI nakal telah menerobos jaringan perusahaan lain.
Di pasar saham, saham Korea Selatan melonjak setelah aksi jual besar-besaran selama tiga hari yang menghapus ratusan miliar dolar dari nilai pasar bursa negara tersebut. Pemulihan ini terjadi setelah gejolak yang dipicu oleh anjloknya harga saham semikonduktor global.
Terakhir, petugas kepolisian Hampshire mengungkap sebuah situs web tempat lebih dari satu juta gambar pelecehan seksual anak dibagikan. Dalam pengungkapan tersebut, foto pernikahan korban diketahui digunakan untuk membuat gambar cabul, menyoroti penyalahgunaan teknologi AI dalam kejahatan eksploitasi anak.