NewsAI
news
Qualcomm Luncurkan Chip AI untuk Smartphone…

Qualcomm Luncurkan Chip AI untuk Smartphone…

Qualcomm resmi meluncurkan chipset Android terbaru bernaung di bawah seri Snapdragon 8 Elite Gen 6 yang dibangun menggunakan proses manufaktur 2-nanometer karya Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). Chipset ini tersedia dalam dua versi, termasuk varian "Extreme," dan akan dipasang pada smartphone premium dari Motorola, Xiaomi, dan ZTE. Peluncuran ini terjadi di tengah tekanan pasokan memori global yang diperkirakan menyusutkan pasar smartphone sebesar 14% pada 2026 serta 1% tambahan pada 2027 menurut data Counterpoint Research.

Latar Belakang Pasar dan Tantangan Memori

Perusahaan semikonduktor itu mengumumkan chipset barunya dengan strategi menonjolkan kemampuan AI on-device di tengah ketidakpastian pasar. Biaya memori yang melonjak sejak akhir 2025 menjadi faktor utama yang membebani produsen smartphone. Kondisi ini mendorong Qualcomm untuk lebih fokus pada pembedaan produk melalui kecerdasan buatan terintegrasi langsung pada perangkat, alih-alih bergantung sepenuhnya pada cloud.

Fitur dan Kapabilitas Chipset

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan transisi dari model komputasi yang berpusat pada telepon menuju model agentic-centric. Chipset baru ini melengkapi CPU, GPU, dan NPU dalam satu paket untuk menjalankan agen AI latar belakang serta model hingga 30 miliar parameter tanpa bergantung pada koneksi cloud. Qualcomm juga menyediakan dukungan bagi Google Gemini dengan kemampuan memahami konteks pengguna, seperti lokasi di dalam mobil berkat pemrosesan dan sensor canggih. Sistem keamanan terintegrasi turut hadir untuk mengendalikan akses agen terhadap data sensitif pengguna.

Ekspansi ke Perangkat Lain

Amon juga menyinggung kemungkinan Qualcomm membangun chip untuk jam tangan Amazon, sejalan dengan strategi Apple yang memposisikan iPhone sebagai pusat AI pribadi on-device. Langkah ini mencerminkan visi Qualcomm untuk memperluas jangkauan chipset besutannya melampaui smartphone tradisional.

Visi Masa Depan AI

Amon menekankan bahwa AI masa depan akan fokus menyelesaikan tugas untuk pengguna, bukan sekadar membantu navigasi aplikasi. Pendekatan ini menempatkan agen AI sebagai asisten proaktif yang bekerja di latar belakang, sementara kemampuan on-device processing menjamin kecepatan, privasi, dan keandalan tanpa ketergantungan jaringan.

Bagikan: