NewsAI
news
Ritel Sulit Awasi AI Agentic, Pelanggaran Data…

Ritel Sulit Awasi AI Agentic, Pelanggaran Data…

Retailer di sektor ritel tengah menghadapi tantangan besar dalam mengawasi penyebaran penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara mandiri, meskipun adopsi alat resmi telah meningkat tajam. Berdasarkan laporan Netskope yang diterbitkan Selasa (22/9/2026), sekitar dua pertiga karyawan ritel masih mengandalkan alat AI tanpa pengawasan terpusat, sementara hampir seluruh karyawan menggunakan perangkat lunak yang memuat fitur AI, termasuk 90 persen di antaranya yang memakai alat AI dengan data pelanggan sebagai bahan pelatihan.

Penurunan AI Tanpa Aturan, Namun Shadow AI Masih Meluas

Sejak laporan tahunan sebelumnya, ketergantungan retailer pada alat AI tanpa aturan turun dari 70 persen menjadi 44 persen, sementara penggunaan alat resmi naik dari 40 persen menjadi 73 persen. Meskipun demikian, sekitar dua pertiga karyawan ritel tetap menggunakan alat AI mandiri di luar kebijakan perusahaan. Hampir semua karyawan ritel melaporkan penggunaan perangkat lunak yang memuat fitur AI, dan 90 persen di antaranya menggunakan alat AI yang dilatih dengan data pelanggan.

Risiko Kebocoran Data dan Lonjakan AI Agentic

Netskope mencatat bahwa 56 persen dari seluruh pelanggaran kebijakan data terkait AI melibatkan data yang diatur oleh hukum federal atau negara bagian, dengan tambahan 20 persen terkait kebocoran source code dan 16 persen kebocoran kata sandi atau kunci API. Kekhawatiran lain muncul dari pertumbuhan AI agentic, di mana jumlah agen AI sektor ritel yang berinteraksi dengan server Model Context Protocol (MCP) jarak jauh melonjak hingga 400 persen selama periode survei. Fenomena ini memperluas jalur pergerakan data antara aplikasi AI dan sistem eksternal, sehingga visibilitas dan kontrol menjadi semakin krusial bagi retailer.

Ancaman Phishing dan Rekomendasi Keamanan

Di sisi keamanan siber, strategi phishing yang meniru aplikasi AI tepercaya menurun dari Mei hingga Desember 2025, namun kembali meningkat pada awal 2026, mencapai sekitar 100 pengguna per 100.000 hingga Maret 2026. Sebagai langkah perlindungan, Netskope merekomendasikan retailer untuk memblokir akses ke aplikasi yang tidak diperlukan, menginspeksi lalu lintas web, serta menerapkan kebijakan pencegahan kebocoran data guna mendeteksi transmisi informasi sensitif ke alat AI yang tidak terkendali. Laporan ini didasarkan pada data yang dikumpulkan antara 1 Juli 2025 dan 30 Juli 2026.

Bagikan: